BANDUNG | RadarNusaNews.Com — Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat upaya menarik investasi nasional dan global melalui Strategic Investor Day 2026 yang digelar DPMPTSP Kota Bandung di Hotel Grandia Bandung, Rabu (19/8/2026).
Mengusung tema “Bridging Vision and Opportunity for Bandung City Investment Future”, forum ini mempertemukan pemerintah, investor, pelaku usaha, lembaga keuangan, pemilik aset, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong kerja sama investasi yang konkret.

Sejumlah proyek strategis ditawarkan, mulai dari integrative farming, JPO dan shelter bike share, Kampung Wisata Kreatif Pasir Kunci, Rumah Susun Sadang Serang, hingga sejumlah aset non-pemerintah seperti aset kompleks dan ruko PT Kimia Farma Tbk serta aset EIG Life di Jalan Gatot Subroto.
Wali Kota Bandung menegaskan Pemkot juga membuka peluang investasi pada bangunan cagar budaya, sektor pariwisata, perdagangan, pendidikan, hingga teknologi. Bandung bahkan diarahkan menjadi technology hub, termasuk pengembangan pusat data (data center).
Pemkot Bandung menargetkan realisasi investasi mencapai Rp11 triliun pada 2026. Hingga semester pertama, realisasi investasi disebut telah melampaui 60 persen dari target tahunan.

Strategic Investor Day 2026 juga diisi agenda one-on-one meeting antara calon investor dan pemilik proyek. Forum ini diharapkan mampu menghasilkan Expression of Interest (EOI), komitmen investasi, serta mempercepat realisasi kerja sama.
Pemkot Bandung berharap investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat daya saing daerah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.( Puput )





