8.5 C
New York
Selasa, November 3, 2026

Buy now

spot_img

Integrasi Data Bea Cukai-Pajak Dinilai Mendesak, BCW: Jangan Berhenti pada Pertukaran Data

JAKARTA | RadarNusaNews.Com – Integrasi data antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dinilai perlu diperkuat untuk menutup celah praktik under-invoicing dan mendeteksi ketidakwajaran transaksi perusahaan terafiliasi yang berpotensi menggerus penerimaan negara.

Dosen Administrasi Fiskal Universitas Indonesia (UI), Dr. Ning Rahayu, dalam wawancara dengan Elshinta mengatakan data yang dimiliki Bea Cukai dan DJP perlu dapat dibandingkan dan dianalisis secara terpadu.

Integrasi tersebut dinilai penting karena data kepabeanan merekam transaksi ekspor-impor, sedangkan otoritas perpajakan memiliki data yang berkaitan dengan pembukuan, kewajiban perpajakan, dan transaksi wajib pajak.

Dengan mempertemukan kedua sumber data tersebut, anomali nilai transaksi diharapkan lebih cepat terdeteksi.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah under-invoicing, yakni pencantuman nilai transaksi lebih rendah dibandingkan nilai sebenarnya. Praktik tersebut dapat berdampak terhadap nilai pabean dan penerimaan negara.

Persoalan lainnya berkaitan dengan transaksi perusahaan yang mempunyai hubungan istimewa atau terafiliasi.

Namun, transfer pricing pada transaksi perusahaan terafiliasi tidak dengan sendirinya merupakan pelanggaran. Persoalan muncul apabila penetapan harga atau struktur transaksinya tidak mencerminkan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha atau digunakan secara tidak semestinya untuk mengurangi kewajiban.

Dr. Ning Rahayu berpandangan integrasi tersebut tidak cukup apabila hanya berupa pertukaran data. Diperlukan sistem yang mampu melakukan pencocokan dan analisis data secara cepat sehingga transaksi berisiko dapat segera diidentifikasi.

BCW: Data Jangan Berjalan Sendiri-sendiri

Menanggapi persoalan tersebut, Bea Cukai Watch (BCW) menilai integrasi data DJBC dan DJP merupakan isu strategis yang perlu dikaji lebih jauh.

Presidium/Koordinator BCW Jimmy Endey mengatakan persoalannya bukan sekadar apakah kedua institusi telah saling memiliki akses terhadap data, melainkan sejauh mana data tersebut benar-benar dapat digunakan secara terpadu untuk mendeteksi anomali.

Hal tersebut disampaikan Jimmy Endey kepada wartawan, Jumat (21/8/2026), di Sekretariat Bea Cukai Watch (BCW), Jalan Dr. Saharjo No. 123, Jakarta Selatan.

“Yang perlu kita lihat bukan hanya apakah Bea Cukai dan Pajak sudah saling bertukar data. Pertanyaannya, apakah data itu sudah benar-benar bisa berbicara satu sama lain dan secara cepat memberikan warning ketika ditemukan transaksi yang tidak wajar,” kata Jimmy.

Menurut BCW, sebagai ilustrasi, apabila nilai impor yang dideklarasikan kepada Bea Cukai berbeda secara material dengan nilai transaksi yang tercermin dalam data perpajakan atau pembayaran perusahaan, sistem seharusnya mampu memberikan tanda risiko untuk diteliti lebih lanjut.

Perbedaan tersebut, kata Jimmy, tentu tidak dapat otomatis dianggap sebagai pelanggaran.

“Red flag bukan berarti seseorang atau perusahaan langsung dinyatakan bersalah. Itu adalah pintu masuk untuk melakukan pemeriksaan dan meminta penjelasan. Di situlah teknologi dan integrasi data seharusnya bekerja,” ujarnya.

Usulkan Satu Profil Risiko

BCW juga menilai pemerintah perlu mengkaji pembentukan single risk profile DJBC-DJP, sehingga profil risiko suatu perusahaan tidak dilihat secara terpisah antara aspek kepabeanan dan perpajakannya.

Sistem tersebut dapat dikembangkan dengan melakukan cross-matching terhadap nilai ekspor-impor, transaksi pihak terafiliasi, data perpajakan, struktur kepemilikan perusahaan hingga beneficial ownership, sepanjang dilakukan sesuai kewenangan dan ketentuan perundang-undangan.

Dengan mekanisme tersebut, perusahaan yang menunjukkan pola transaksi tidak lazim dapat memperoleh perhatian lebih dini.

BCW menilai model pengawasan berbasis data juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pemeriksaan manual dan diskresi individual petugas.

“Kalau sistemnya kuat, pengawasan tidak semata bergantung pada siapa petugasnya. Anomali dibaca oleh data, kemudian manusianya melakukan analisis dan pembuktian,” kata Jimmy.

Bukan Soal Melebur Bea Cukai dan Pajak

Di tengah munculnya diskursus mengenai hubungan kelembagaan DJBC dan DJP, BCW menilai pembahasan sebaiknya tidak buru-buru diarahkan pada perlu atau tidaknya kedua direktorat tersebut dilebur.

Menurut Jimmy, persoalan yang lebih mendesak adalah memastikan fungsi pengawasan keduanya terkoneksi.

“BCW belum melihat persoalan ini dari sudut apakah Bea Cukai dan Pajak harus dijadikan satu lembaga. Jangan terjebak pada nomenklatur. Yang lebih penting, apakah sistem pengawasan dan datanya sudah terintegrasi secara efektif,” ujarnya.

BCW menilai penguatan integrasi tersebut setidaknya perlu diarahkan pada pencocokan data otomatis, sistem peringatan dini atau early warning system, pemetaan hubungan afiliasi perusahaan, serta mekanisme koordinasi pemeriksaan terhadap transaksi berisiko tinggi.

Pandangan mengenai perlunya kolaborasi tersebut juga memiliki relevansi dengan tantangan yang sebelumnya diidentifikasi di lingkungan perpajakan. Dalam artikel yang dimuat pada laman resmi DJP, manipulasi invoice dan under-invoicing disebut sebagai salah satu risiko dalam perdagangan internasional. Pengawasan terhadap nilai transaksi, transfer pricing, dan rekonsiliasi data ekspor-impor juga perlu diperkuat dengan pendekatan berbasis risiko.

BCW Siapkan Kajian Strategis

BCW akan menjadikan persoalan integrasi data DJBC-DJP sebagai salah satu kajian strategis organisasi.

Kajian tersebut antara lain akan melihat sejauh mana integrasi yang telah berjalan, mekanisme risk profiling, kemampuan sistem mendeteksi ketidakwajaran nilai transaksi, pengawasan terhadap transaksi perusahaan terafiliasi, serta hambatan regulasi dan teknologi dalam pemanfaatan data.

BCW juga berencana meminta pandangan dari otoritas terkait, akademisi, praktisi kepabeanan dan perpajakan, serta kalangan dunia usaha sebelum menyusun rekomendasi.

“BCW ingin masuk bukan sekadar dengan kritik. Kita ingin melihat sistem yang sudah ada, mencari celahnya, kemudian memberikan rekomendasi yang realistis,” kata Jimmy.

Menurut dia, tujuan akhirnya adalah memperkuat pengawasan sekaligus memberikan kepastian kepada pelaku usaha yang menjalankan kewajibannya dengan benar.

“Prinsipnya sederhana. Data negara jangan bekerja dalam silo. Kalau data Bea Cukai dan Pajak dapat dibaca secara terpadu, ruang manipulasi semakin sempit, penerimaan negara lebih terlindungi, dan pelaku usaha yang patuh justru memperoleh kepastian yang lebih baik,” tutup Jimmy.( Red )

Baca Juga  Diduga Dipicu Kebisingan Knalpot Motor, Pemuda di Sukaresmi Klari Jadi Korban Penganiayaan dan Pengeroyokan

spot_img

BERITA LAINNYA

TRENDING

Minggon Kecamatan Kotabaru di Aula Desa Jomin Timur Bahas Program Prioritas Tahun 2027 dan Imbauan Anti‑Hoaks

Karawang I  radarnusanews.com — Pemerintah Kecamatan Kotabaru mengadakan pertemuan rutin minggon di Aula Desa Jomin Timur yang dihadiri oleh para Kepala Desa, Ketua IKD...

KLARIFIKASI RESMI SPPG CIPTA ABADI KREASI  (CISAAT-CIATER) TERKAIT VIDEO LIMBAH VIRAL

SUBANG l radarnusanews.com  -  Viral video di media sosial yang menuding SPPG Cipta Abadi Kreasi (Cisaat-Ciater) Yayasan Surya Jaya Mandiri membuang limbah ke selokan...

Danrem 072/Pamungkas Ajak Media dan Dunia Usaha Perkuat Ketahanan Wilayah

SLEMAN | radarnusanews.com – Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., mengajak media massa dan dunia usaha untuk memperkuat sinergi dalam...

Rayakan Seni Tradisi, Pesta Sandiwara Ajak Publik Bertempik Ria

Solo, | radarnusanews.com -- Maestro seni peran dan pelawak Kirun akan mengocok perut se-ISI Surakarta pada Pekan Seni dan Literasi (Pesta) Sandiwara. Berlokasi...

Tingkatkan Kemampuan Linmas Kecamatan Kotabaru di Bina Serta Seleksi Untuk Ikuti Hari Linmas Se Jawa – barat

Kotabaru | radarnusanews.com — Pemerintah Kecamatan Kotabaru melalui Seksi Trantib mengadakan pembinaan sekaligus seleksi anggota Linmas se‑kecamatan, guna memilih perwakilan yang akan dikirim mengikuti...

Diduga Hindari Sepeda Motor, Mobil Tabrak Separator Busway di Persimpangan Kampung Melayu

JAKARTA TIMUR | radarnusanews.com – Sebuah kecelakaan lalu lintas melibatkan satu unit mobil yang diduga merupakan kendaraan taksi online terjadi di kawasan persimpangan jalur...
spot_img

NASIONAL

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Ikuti Kami" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULER

PROFILE

Minggon Kecamatan Kotabaru di Aula Desa Jomin Timur Bahas Program Prioritas Tahun 2027 dan Imbauan Anti‑Hoaks

Karawang I  radarnusanews.com — Pemerintah Kecamatan Kotabaru mengadakan pertemuan rutin minggon di Aula Desa Jomin Timur yang dihadiri oleh para Kepala Desa, Ketua IKD...

KLARIFIKASI RESMI SPPG CIPTA ABADI KREASI  (CISAAT-CIATER) TERKAIT VIDEO LIMBAH VIRAL

SUBANG l radarnusanews.com  -  Viral video di media sosial yang menuding SPPG Cipta Abadi Kreasi (Cisaat-Ciater) Yayasan Surya Jaya Mandiri membuang limbah ke selokan...

Danrem 072/Pamungkas Ajak Media dan Dunia Usaha Perkuat Ketahanan Wilayah

SLEMAN | radarnusanews.com – Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., mengajak media massa dan dunia usaha untuk memperkuat sinergi dalam...

Rayakan Seni Tradisi, Pesta Sandiwara Ajak Publik Bertempik Ria

Solo, | radarnusanews.com -- Maestro seni peran dan pelawak Kirun akan mengocok perut se-ISI Surakarta pada Pekan Seni dan Literasi (Pesta) Sandiwara. Berlokasi...

PEMERINTAHAN

HUKUM

KRIMINAL

POLRI

Minggon Kecamatan Kotabaru di Aula Desa Jomin Timur Bahas Program Prioritas Tahun 2027 dan Imbauan Anti‑Hoaks

Karawang I  radarnusanews.com — Pemerintah Kecamatan Kotabaru mengadakan pertemuan rutin minggon di Aula Desa Jomin Timur yang dihadiri oleh para Kepala Desa, Ketua IKD...

KLARIFIKASI RESMI SPPG CIPTA ABADI KREASI  (CISAAT-CIATER) TERKAIT VIDEO LIMBAH VIRAL

SUBANG l radarnusanews.com  -  Viral video di media sosial yang menuding SPPG Cipta Abadi Kreasi (Cisaat-Ciater) Yayasan Surya Jaya Mandiri membuang limbah ke selokan...

Danrem 072/Pamungkas Ajak Media dan Dunia Usaha Perkuat Ketahanan Wilayah

SLEMAN | radarnusanews.com – Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., mengajak media massa dan dunia usaha untuk memperkuat sinergi dalam...

Rayakan Seni Tradisi, Pesta Sandiwara Ajak Publik Bertempik Ria

Solo, | radarnusanews.com -- Maestro seni peran dan pelawak Kirun akan mengocok perut se-ISI Surakarta pada Pekan Seni dan Literasi (Pesta) Sandiwara. Berlokasi...

INDEKS

- Advertisement -spot_img