BANJARMASIN, Radarnusanews.com — Upaya pencarian dan pertolongan korban KM Virgo Transport 8 terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Meski kondisi laut di sejumlah wilayah pencarian kurang bersahabat, Kapal Polisi tetap dikerahkan untuk memperkuat penyisiran bersama Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat.
Dua Kapal Polisi yang diterjunkan dalam operasi tersebut yakni KP Ibis-6001 dan KP Laksmana-7012.
KP Ibis-6001, kapal kelas B1, yang berjarak sekitar 103 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian, berangkat dari Dermaga Bulog, Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah, Senin (14/9/2026) pukul 03.00 WITA.
Lima personel Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah turut dilibatkan dalam operasi tersebut. Sekitar pukul 09.00 WITA, KP Ibis-6001 melakukan penyisiran di wilayah utara area pencarian, tepatnya di sekitar koordinat 03°49’228’’ LS dan 114°18’009’’ BT.
Pencarian berlangsung dalam kondisi gelombang mencapai 2–2,5 meter dengan kecepatan angin sekitar 25–35 knot. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi tim, sehingga keselamatan personel dan kapal tetap menjadi prioritas.

Sekitar pukul 11.00 WITA, KP Ibis-6001 kembali menuju Pelabuhan Banjar Raya, Banjarmasin. Hingga pukul 17.00 WITA, kapal telah sandar di Dermaga Banjar Raya untuk melakukan bekal ulang sebelum kembali mendukung operasi SAR.
Sementara itu, KP Laksmana-7012, kapal kelas A3 yang berjarak sekitar 80 NM dari lokasi kejadian, telah diberangkatkan dari Dermaga Banjar Raya, Banjarmasin, Minggu (13/9/2026) pukul 15.45 WITA.
Dalam perjalanan menuju lokasi pencarian, kondisi gelombang membuat kapal sempat lego jangkar pada pukul 20.00 WITA. Setelah kondisi memungkinkan, kapal kembali mengangkat jangkar pada Senin (14/9/2026) pukul 03.00 WITA untuk melanjutkan operasi.
KP Laksmana-7012 tiba di sekitar posisi terakhir KM Virgo Transport 8 sebelum tenggelam pada pukul 07.54 WITA, yakni koordinat S 4°32’538” dan E 114°01’967”, sekitar 5 NM dari titik koordinat tenggelam.
Kapal kemudian melakukan penyisiran di sekitar area tersebut. Pada pukul 09.08 WITA, KP Laksmana-7012 bergerak menuju perairan Kalimantan Tengah untuk memperluas pencarian, dengan mempertimbangkan kemungkinan korban terbawa arus.
Hingga pukul 16.00 WITA, pencarian yang dilakukan KP Laksmana-7012 belum membuahkan hasil. Kapal kemudian kembali dan sandar di Dermaga Banjar Raya, Banjarmasin.
Dukungan Helikopter Polri untuk Evakuasi
Selain mengerahkan kapal, Polri juga memberikan dukungan udara melalui helikopter Dauphin AS 365 N3 P-3103 dalam rangka operasi SAR gabungan.
Dalam operasi tersebut, satu jenazah ditemukan di atas tongkang yang ditarik Tugboat TCP. Temuan tersebut merupakan hasil pencarian bersama seluruh unsur dan kapal yang terlibat dalam operasi SAR, bukan hasil pencarian Kapal Polisi.
Setelah menerima informasi penemuan jenazah, helikopter Polri diberangkatkan dari Bandara Syamsuddin Noor menuju lokasi yang berjarak sekitar 80 NM dari Banjarmasin untuk membantu proses evakuasi.
Helikopter menempuh perjalanan sekitar 45 menit. Evakuasi dilakukan menggunakan metode hoist dengan Basket Life. Misi tersebut berlangsung mulai pukul 14.48 hingga 16.50 WITA dengan Kombes Pol. Herli sebagai kapten pilot.
Setibanya di Bandara Syamsuddin Noor, jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans TNI AU untuk mendapatkan penanganan serta proses identifikasi lebih lanjut di Kalimantan Selatan.
Perkembangan Evakuasi Korban
KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dan dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.05 WITA.
Berdasarkan data Pemerintah melalui Posko Stamaops Polri per 14 September 2026 pukul 17.00 WIB, jumlah korban tercatat sebanyak 243 orang.
Dari jumlah tersebut, 86 orang telah berhasil dievakuasi menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, sementara 1 orang berhasil dievakuasi menggunakan HR-3601 menuju Bandara Syamsuddin Noor.
Sebanyak 27 orang masih belum terevakuasi dan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Polri Perkuat Operasi SAR
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Dr. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan bahwa Polri terus memberikan dukungan untuk memperkuat operasi SAR yang dikoordinasikan Basarnas.
“Gelombang yang kurang bersahabat menjadi tantangan bagi seluruh tim di lapangan. Namun, pencarian tetap dilakukan selama kondisi memungkinkan. Kapal Polri terus bergerak memperkuat operasi SAR bersama Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat.”
Ia menegaskan, operasi pencarian merupakan kerja bersama seluruh unsur yang terlibat.
“Setiap kapal yang melakukan penyisiran dan setiap dukungan dari udara merupakan bagian dari ikhtiar untuk menemukan korban yang masih dalam pencarian. Polri akan terus memberikan dukungan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.”
Hingga kini, operasi pencarian dan pertolongan KM Virgo Transport 8 masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran dengan mempertimbangkan kondisi laut, arah arus, kecepatan angin, serta kemungkinan pergerakan korban dari lokasi terakhir kapal.
Di tengah gelombang yang kurang bersahabat, Kapal Polri tetap bergerak bersama tim SAR. Laut terus disisir, dukungan udara dikerahkan, demi menemukan korban dan memberikan kepastian bagi keluarga yang masih menunggu.
(Red)





