JAKARTA, Radarnusanews.com – Bagaimana jika sosok gaib yang selama ini dipercaya sebagai penjaga justru ingin mengambil alih kehidupan orang yang dijaganya? Pertanyaan mengerikan itu menjadi inti teror film horor internasional Khadam, yang resmi menggelar gala premiere di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Film kolaborasi Malaysia-Indonesia ini siap membawa teror berbeda ke layar lebar. Khadam dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 16 September 2026.
Gala premiere Khadam dihadiri sejumlah sineas dan pemain utama, di antaranya produser Ayu Amirrol, produser eksekutif sekaligus produser Ahmad Izham Omar dan Lina Tan, serta aktris Aghniny Haque. Dari Indonesia, turut hadir produser eksekutif Charles Gozali dari MAGMA Entertainment dan Tony Ramesh dari VMS Studio.
Kehadiran mereka menandai perjalanan sebuah proyek horor lintas negara yang mempertemukan kekuatan industri perfilman Malaysia dan Indonesia.
Khadam diproduksi Red Communications dan Komet Productions dari Malaysia bersama MAGMA Entertainment dan VMS Studio dari Indonesia. Film ini disutradarai Shamyl Othman dengan naskah karya Fariza Azlina.
Tidak hanya melibatkan dua negara, produksi Khadam juga mendapat dukungan dari Sil-Metropole Organisation (Hong Kong/China), Applause Entertainment (India), serta Golden Screen Cinemas dan Primeworks Studios (Malaysia).
Saat Sang Penjaga Berubah Menjadi Penguasa
Berangkat dari folklor kepercayaan Saka di Malaysia, Khadam menawarkan interpretasi gelap terhadap sosok entitas gaib yang diwariskan secara turun-temurun.
Jika “kodam” dalam pemahaman masyarakat Indonesia kerap dikaitkan dengan jin penjaga atau pendamping spiritual, Khadam justru mempertanyakan apa yang terjadi ketika sang penjaga tidak lagi mau tunduk kepada tuannya.
Melalui premis “Jangan Sampai Jadi Tuan”, film ini menghadirkan teror ketika sebuah entitas gaib menemukan kelemahan manusia yang menjadi pemiliknya.
Alih-alih melindungi, Khadam mulai memberontak. Entitas tersebut bahkan mampu mengambil wujud manusia dan perlahan berusaha menggantikan posisi pemiliknya.
Ancaman pun berubah menjadi semakin
personal ketika sang “penjaga” bukan hanya mengincar nyawa, tetapi juga keluarga, rumah, bahkan identitas manusia yang diwarisinya.
Aghniny Haque Jadi Ibu Tunawicara yang Berjuang Merebut Kembali Keluarganya
Teror tersebut menjadi semakin emosional melalui karakter Melor yang diperankan Aghniny Haque.
Dalam film ini, Aghniny tampil sebagai seorang ibu tunawicara yang hidup terisolasi di tengah hutan bersama kedua anaknya. Kehidupan Melor berubah drastis setelah kematian sang ibu membuatnya harus menerima warisan Khadam keluarga.
Namun, warisan tersebut ternyata menyimpan malapetaka.
Khadam kemudian muncul menyerupai Melor. Sosok gaib itu bahkan hadir dengan wujud yang terlihat “lebih sempurna” dan mulai merebut perhatian serta kasih sayang anak-anak Melor.
Perlahan, ancaman tersebut mengarah pada perebutan posisi Melor sebagai ibu sekaligus nyonya rumah.
Di tengah keterbatasannya untuk berkomunikasi melalui suara, Melor dipaksa mengandalkan bahasa isyarat, insting seorang ibu, dan kekuatan fisiknya untuk menghadapi teror tersebut.
Perjuangan Melor pun bukan sekadar menyelamatkan nyawa. Ia harus mempertahankan keluarganya sekaligus mempertahankan identitas dirinya agar tidak dirampas oleh sosok yang memiliki wajah serupa dengannya.
Dengan memadukan folklor, teror supranatural, dan drama keluarga, Khadam menawarkan pengalaman horor yang tidak hanya mengandalkan kejutan, tetapi juga menghadirkan ketakutan yang sangat personal.
Siapkah penonton menghadapi sosok “penjaga” yang justru ingin menjadi tuan? Saksikan Khadam mulai 16 September 2026 di bioskop Indonesia.
( Agung )





