PURWAKARTA | Radarnusanews.com — Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Pangan dan Pertanian terus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian melalui program Irigasi Perpompaan (Irpom). Program yang mencakup 14 titik di lima kecamatan ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan air pada lahan pertanian, terutama saat musim kemarau.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Hadyanto Purnama, S.Hut., M.M., menjelaskan bahwa program Irpom diarahkan untuk membantu petani memperoleh pasokan air yang lebih memadai sekaligus mendukung peningkatan hasil pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Program tersebut tersebar di Kecamatan Cibatu, Plered, Tegalwaru, Campaka, dan Bungursari. Pelaksanaannya meliputi pembangunan irigasi air permukaan dan irigasi air tanah yang memanfaatkan pompa bertenaga listrik untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian.
Melalui program ini, ketersediaan air diharapkan dapat lebih terjaga sehingga aktivitas pertanian tetap berjalan meskipun pasokan air dari sumber pengairan konvensional mengalami penurunan.
Pengeboran Air Tanah Gunakan Teknologi DTH
Dalam pembangunan Irpom, salah satu teknologi yang digunakan untuk pengeboran air tanah adalah metode Down The Hole (DTH). Teknologi ini memungkinkan pengeboran hingga kedalaman lebih dari 100 meter, bergantung pada kondisi geologi dan potensi sumber air di lokasi pekerjaan.
Adi Setiadi, Konsultan Mandiri Pembangunan Irigasi Perpompaan Kementerian Pertanian, menjelaskan bahwa metode tersebut menggunakan perangkat pengeboran yang didukung kompresor serta bahan bakar Dexlite untuk mengoperasikan peralatan pendukung.
Dalam kondisi tertentu, proses pengeboran disebut dapat mencapai kedalaman sekitar 100 meter dalam waktu kurang lebih lima jam. Namun, durasi pengerjaan tetap bergantung pada kondisi tanah dan batuan, kapasitas peralatan, serta situasi teknis di lapangan.
Selain pengeboran, pelaksanaan pekerjaan juga mencakup tahapan pengujian dan pencatatan teknis. Proses logging dilakukan untuk membantu mengidentifikasi karakteristik lapisan bawah tanah dan potensi keberadaan air. Sementara itu, pengujian air lifting menggunakan tekanan udara untuk membantu mengangkat air sekaligus menilai kemampuan sumber air sesuai prosedur teknis.
Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan potensi debit air agar sumber air yang dibangun dapat mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian.
Empat Titik Irpom di Kecamatan Plered
Khusus di Kecamatan Plered, tercatat terdapat empat titik pembangunan irigasi perpompaan yang bersumber dari program Kementerian Pertanian. Pelaksanaan kegiatan tersebut menggunakan mekanisme swakelola sesuai ketentuan program yang berlaku.
Berdasarkan informasi pelaksanaan kegiatan, anggaran pembangunan Irpom disebut mencapai Rp150 juta untuk setiap titik, dengan cakupan pekerjaan mengacu pada ketentuan dan rincian anggaran masing-masing paket.
Dalam pekerjaan pengeboran, terdapat pula perhitungan biaya berdasarkan kedalaman. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, nilai acuan dalam Rencana Kerja Usaha Kelompok (RUKK) disebut sekitar Rp950.000 per meter. Sementara itu, apabila memperhitungkan komponen swadaya, nilainya disebut dapat mencapai Rp1,2 juta per meter.
Besaran tersebut menjadi bagian dari informasi teknis dan pembiayaan yang perlu dipahami dalam melihat pelaksanaan program Irpom di lapangan.
Pengawasan dan Transparansi Tetap Penting
Program Irpom memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan air pertanian. Karena itu, keberhasilan pelaksanaannya tidak hanya ditentukan oleh selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga oleh fungsi sumur, ketersediaan debit air, kelayakan pompa, serta manfaat yang benar-benar dirasakan kelompok tani.
Di bawah koordinasi Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, pelaksanaan program ini diharapkan berjalan sesuai spesifikasi teknis, ketentuan anggaran, dan tujuan yang telah ditetapkan.
Keterbukaan informasi mengenai realisasi anggaran, kedalaman pengeboran, hasil pengujian debit air, serta kondisi sarana setelah pembangunan juga penting untuk memastikan program tersebut memberikan manfaat optimal bagi petani.
Dengan demikian, program Irpom di Kabupaten Purwakarta diharapkan tidak sekadar menghadirkan infrastruktur pengairan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.(Red)
DUKUNG KETAHANAN PANGAN, DINAS PANGAN DAN PERTANIAN PURWAKARTA KEMBANGKAN PROGRAM IRPOM DI 14 TITIK
[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Ikuti Kami" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]





