Karawang | Radarnusanews.com – Sebuah insiden menimbulkan kontroversi di Rumah sakit Helsa Cikampek setelah pasien berusia Remaja inisial IR (14) warga desa Cikampek timur tak jauh dari RS Helsa
Orang tua Pasien Bina Sandra menceritakan kepanikannya saat melihat anak nya yang sakit perut disertai muntah – muntah dan badan lemas” anak saya sakit perut disertai muntah -muntah panik awalnya saya bawa ke klinik tapi tutup selanjutnya dibawa ke IGD RS Helsa terdekat ” kata bina ,minggu 19/4/2026
namun saat berada di IGD pihak rumah sakit setelah memeriksa mengatakan ruangan perawatan penuh
lebih lanjut dokter yang menangani pasien tersebut menyarankan IR dirawat jalan dengan fasilitas biaya umum ,( Bayar -red ) Hal ini kondisi pasien( Sakit Perut muntah muntah -red ) dinilai tidak masuk dalam katagori Gawat darurat jadi tidak dapat menggunakan fasilitas BPJS
pihak orang tua pasien IR merasa kecewa atas pelayanan kesehatan RS Helsa Cikampek yang merupakan RS berada lingkungan nya sendiri .
perlu diketahui berdasarkan aturan yang berlaku layanan di IGD wajib diberikan terlebih dahulu kepada pasien yang mengalami kondisi gawat darurat tanpa memandang jenis pembayaran termasuk peserta bpjs penilaian apakah suatu kondisi termasuk gawat darurat atau tidak sepenuhnya wewenang dokter yang menangani berdasarkan kriteria medis yang ditetapkan” coba lihat Permenkes no 47 tahun 2018 dan aturan BPJs kesehatan Sakit perut dapat masuk katagori Emergency ( Gawat Darurat ) dan ditanggung BPjs di IGD jika memenuhi kriteria kondisi klinis tertentu yang mengancam atau butuh tindakan segera , nah anak saya sakit perut disertai muntah muntah lemes oleh dokter dikatakan bukan gawat Darurat Bagaimana ini pelayanan RS Helsa ” heran nya
sampai berita ini diturunkan pihak RS Helsa belum memberikan konfirmasi resmi terkait insiden ini keluarga pasien berharap masalah ini dapat segera diselesaikan dan hak layanan kesehata mereka terpenuhi dengan baik
Reporter : Asep Jaya
Diduga Tolak Pasien Sakit Perut di IGD , RS Helsa Cikampek di Tuduh Alasan ” katagori Pasien Tidak diCaver BPJS,
[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Ikuti Kami" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]





