YOGYAKARTA | Radarnusanews.com – Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., menghadiri Rapat Koordinasi Program Penyiapan dan Pembinaan Kader Sarana dan Prasarana Darat Komponen Pendukung (Sarpras Darat Komduk) Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, di Ruang Radyo Suyoso Lantai II, BAPPERIDA DIY, Kompleks Kepatihan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 30 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektoral dalam penyiapan dan pembinaan komponen pendukung guna mendukung penyelenggaraan pertahanan negara.

Dalam pemaparannya, Brigjen TNI Wirawan Yanuartono, S.Sos., M.Sos., CGRA, dari Direktorat Sumber Daya Alam dan Buatan Ditjen Pothan Kemhan RI, menyampaikan bahwa pertahanan negara merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa sesuai peran dan kapasitas masing-masing. Hal tersebut sejalan dengan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), yang menempatkan seluruh potensi nasional sebagai bagian penting dalam mendukung pertahanan negara.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan ancaman semakin kompleks dan multidimensional, mencakup ancaman siber, disinformasi, manipulasi media sosial, serta perang kognitif yang dapat memengaruhi persepsi dan kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan yang terintegrasi melalui penguatan koordinasi antarlembaga dan pemanfaatan potensi sumber daya nasional secara tepat.

Penyiapan komponen pendukung harus dilaksanakan melalui pendataan, verifikasi, dan pembinaan sarana serta prasarana sejak masa damai. Fasilitas kesehatan, sarana transportasi, gudang logistik, dan infrastruktur strategis lainnya perlu diinventarisasi secara akurat agar dapat mendukung kebutuhan pertahanan negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terwujud kesamaan pemahaman dan peningkatan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta dalam menyiapkan komponen pendukung pertahanan negara. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan Sishankamrata guna mendukung kesiapan pertahanan yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan. (Sabar)





