BANDUNG, RadarNusaNews.Com — Misteri keberadaan dua artefak bersejarah, Arca Dewi Durga dan Arca Agastya, yang sebelumnya berada di kawasan Bandung Zoo, akhirnya terungkap.
Kedua arca tersebut resmi diserahkan kepada Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung untuk diamankan dan dikelola. Serah terima berlangsung di Kantor Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Provinsi Jawa Barat, Bandung, Kamis (8/10/2026).
Ketua Umum Pengurus Pusat AMS, Drs. Rully H. Alfiady, mengatakan kedua arca sempat menjadi perhatian publik karena keberadaannya tidak diketahui. Setelah dilakukan penelusuran dan komunikasi dengan berbagai pihak, diketahui bahwa arca tersebut bukan hilang atau dicuri, melainkan diamankan oleh pihak keluarga karena dinilai terlantar.

“Setelah ditelusuri, ternyata bukan dicuri atau hilang, tetapi sementara diamankan karena dianggap terlantar. Kebun binatang saat itu juga sedang menghadapi sengketa yang cukup panjang,” ujar Rully.
Menurut Rully, keluarga mengamankan kedua arca berdasarkan amanat leluhur agar peninggalan tersebut tetap terjaga. Setelah dilakukan komunikasi dengan Pemkot Bandung, keluarga kemudian bersedia menyerahkan kembali kedua artefak tersebut kepada pemerintah.
“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana artefak ini kita selamatkan dan kita jaga sebagai bagian dari sejarah dan peradaban Bandung,” katanya.
Perwakilan keluarga, Nia, menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan semata-mata untuk menjaga kondisi arca dan bukan untuk dimiliki.
“Karena ini warisan leluhur, memang harus kita jaga. Ini merupakan bagian dari peradaban kita sebagai orang Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Dewi Kaniasari, S.Sos., M.A., mengapresiasi keluarga dan seluruh pihak yang telah membantu mengamankan kedua artefak tersebut.
Menurut Dewi, kedua arca akan menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat Bandung sekaligus bahan edukasi bagi generasi penerus.
“Kami sudah mengamankan artefak ini. Nantinya ini bisa menjadi memori kolektif warga Bandung bahwa memang ada artefak Dewi Durga dan Agastya yang menjadi bagian dari sejarah,” kata Dewi.
Secara historis, kedua arca diyakini telah berada di kawasan Bandung Zoo sejak masa penjajahan Belanda. Arca Dewi Durga memiliki tinggi sekitar 75 sentimeter dan menggambarkan Dewi Durga Mahisasuramardini yang berdiri di atas kerbau dengan enam tangan.
Sementara Arca Agastya memiliki tinggi sekitar 57 sentimeter dan menggambarkan sosok laki-laki paruh baya yang mengenakan mahkota.
Dengan diserahkannya kedua artefak tersebut kepada Pemkot Bandung, diharapkan peninggalan sejarah ini dapat terjaga, tidak kembali terlantar, serta menjadi sumber pengetahuan dan edukasi mengenai sejarah dan budaya Bandung serta Jawa Barat.
(Puput)





