BANDUNG, Radarnusanews.com — Silaturahmi dan syukuran pedagang Pasar Baru Trade Center Kota Bandung digelar sebagai momentum memperkuat kebersamaan sekaligus membangun kolaborasi menyambut kembali aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Perumda, PT DAM, Ketua Pengelola Pasar Baru Iwan Hermawan, sesepuh Pasar Baru Bah Alam, serta para pedagang.
Dalam wawancaranya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Pasar Baru dan Bandara Husein Sastranegara memiliki keterkaitan yang kuat.
Menurutnya, keberadaan bandara dan aktivitas perdagangan di Pasar Baru merupakan bagian yang saling mendukung dalam menggerakkan perekonomian Kota Bandung.

“Bandara Husein dengan Pasar Baru itu memiliki hubungan darah. Artinya, kalau sampai bandara kehabisan darah, Pasar Baru juga kehabisan darah.
Hubungannya seperti itu,” ujar Farhan.
Farhan menyampaikan apresiasi atas kebijakan pemerintah pusat terkait aktivasi kembali Bandara Internasional Husein Sastranegara. Menurutnya, kondisi tersebut harus dijawab dengan kesiapan berbagai sektor, termasuk perdagangan di Pasar Baru.
“Sekarang bandara sudah ada aktivasi. Terima kasih kepada Presiden Prabowo yang sejak 25 Mei yang lalu memberikan instruksi untuk reaktivasi, salah satunya Bandara Internasional Husein Sastranegara,” katanya.

Menurut Farhan, dibukanya kembali aktivitas penerbangan harus diikuti dengan kesiapan destinasi perdagangan dan wisata yang akan menjadi tujuan para pendatang maupun wisatawan.
“Setelah dibuka, lalu apa? Ini yang kita lakukan sekarang, mengaktifkan kembali Pasar Baru untuk mencari berbagai macam solusi bagi perdagangan,” ujarnya.
Ia menekankan, kesiapan para pedagang menjadi salah satu faktor penting. Jangan sampai wisatawan yang datang ke Bandung melalui Bandara Husein Sastranegara justru mendapati kondisi Pasar Baru yang tidak siap, baik dari sisi produk maupun pelayanan.
“Perjalanan yang sangat penting adalah kesiapan para pedagang. Kalau nanti turis datang ke sini, melihat toko sepi, barangnya tidak ada atau tidak ada yang bagus, kan sayang. Kita mesti siap menangkap para calon konsumen kita,” tutur Farhan.
Pemkot Kaji Kelanjutan Kerja Sama Pengelolaan
Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyinggung persoalan keberlanjutan kerja sama pengelolaan Pasar Baru antara PD Pasar dengan pihak ketiga.
Ia mengatakan, Pemerintah Kota Bandung tengah membahas akar persoalan dalam perjanjian kerja sama yang dibuat sebelum masa pandemi Covid-19.
“Pemerintah Kota Bandung yang wali kota sebagai KPM sudah menemukan akar permasalahan dari perjanjian yang dilakukan sebelum masa Covid. Ketika Covid terjadi, memang terjadi hal yang luar biasa,” kata Farhan.

Menurutnya, kondisi pandemi membuat situasi berubah sehingga diperlukan pembahasan lebih fleksibel terhadap kerja sama yang telah berjalan.
“Ini salah satu kerja sama yang peraturannya waktu itu terlalu ketat, sehingga kita tidak bisa menemukan solusi yang lebih fleksibel. Hal ini yang sedang dibicarakan terus,” ujarnya.
Farhan menyebut, pemerintah tidak menutup kemungkinan melakukan peninjauan kembali terhadap perjanjian kerja sama tersebut. Namun, keputusan mengenai langkah selanjutnya masih bergantung pada proses pembahasan bersama.
“Bukan tidak mungkin nanti kita akan melakukan semacam review terhadap perjanjian yang berujung kepada apakah akan ada adendum ataukah akan ada investor baru. Kita belum tahu, tergantung dari pembicaraan kita,” jelasnya.
Pedagang Diminta Siapkan Produk Berkualitas
Di tengah proses pembahasan pengelolaan Pasar Baru, Farhan meminta para pedagang tetap bergerak dan melakukan inovasi.
Ia mendorong pedagang untuk menghadirkan produk-produk baru yang memiliki daya tarik bagi wisatawan, khususnya dengan mengedepankan kualitas dan harga yang kompetitif.
“Saya minta para pedagang tetap berkreasi, mencari produk-produk dan inovasi-inovasi baru sehingga ketika nanti para turis datang ke sini, mereka akan melihat Pasar Baru tetap menawarkan produk yang berkualitas dengan harga yang terjangkau,” pungkas Farhan.
Dengan kembali aktifnya Bandara Internasional Husein Sastranegara, Pemerintah Kota Bandung berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan, pariwisata, dan ekonomi di kawasan Pasar Baru serta kawasan lainnya di Kota Bandung.
( Reporter puput )





