CIMAHI, RadarNusaNews.Com — Wali Kota Cimahi Ngatiyana resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Cimahi periode 2026–2030 melalui Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar yang digelar di Kota Cimahi, Senin (21/9/2026).
Ngatiyana ditetapkan secara aklamasi. Mandat tersebut menjadi awal konsolidasi Partai Golkar Kota Cimahi untuk memperkuat organisasi, soliditas kader, serta membangun kedekatan dengan masyarakat.
Usai menerima amanah, Ngatiyana mengatakan dirinya tidak ingin membuat janji berlebihan. Ia memilih mempertahankan program yang sudah berjalan baik dan memperbaiki berbagai kekurangan.

“Yang sudah baik, kita lanjutkan. Kalau masih ada kekurangan, tentu kita perbaiki. Saya tidak ingin muluk-muluk. Mudah-mudahan dengan kepemimpinan saya, Partai Golkar Kota Cimahi bisa menjadi lebih baik,” ujar Ngatiyana.
Mantan prajurit TNI itu menegaskan nilai loyalitas, disiplin dan tanggung jawab akan menjadi prinsip dalam menjalankan amanah barunya. Ia juga mengajak seluruh kader Golkar untuk aktif turun ke tengah masyarakat.
“Dengarkan keluhan mereka, pahami kebutuhannya, dan hadir dengan solusi. Jangan hanya meminta masyarakat mengenal Golkar, tetapi Golkar harus membuat masyarakat merasakan manfaat kehadiran kader-kadernya,” katanya.

Ngatiyana juga menegaskan bahwa kedudukannya sebagai Ketua DPD Partai Golkar berbeda dengan tugasnya sebagai Wali Kota Cimahi. Sebagai kepala daerah, ia menyatakan akan tetap menjadi wali kota bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan pilihan politik.
“Sebagai wali kota, saya adalah wali kota bagi seluruh masyarakat Cimahi. Saya juga harus menjadi mitra bagi seluruh partai politik yang ada di Kota Cimahi,” tuturnya.
Menurutnya, pembangunan Kota Cimahi membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, partai politik, dunia usaha, komunitas dan masyarakat. Koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat juga dinilai penting, termasuk dalam memperkuat pembangunan serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara sehat.

Terkait dinamika politik menuju 2029, Ngatiyana menyebut proses tersebut masih akan berjalan. Ia menegaskan fokusnya saat ini adalah menjalankan amanah sebagai Wali Kota Cimahi hingga masa tugasnya selesai.
Terpilihnya Ngatiyana secara aklamasi menjadi fase baru bagi Partai Golkar Kota Cimahi. Konsolidasi internal, penguatan kader dan kerja nyata di tengah masyarakat menjadi agenda yang akan dihadapi kepengurusan baru.
“Yang sudah baik kita pertahankan, yang belum baik kita perbaiki. Kita bekerja bersama-sama.
Mudah-mudahan Partai Golkar Kota Cimahi semakin solid dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Puput





