karawang | RadarNusaNewsCom –
Sejumlah Warga perumahan Villa kencana mengeluh kebanjiran kini warga pun dibuat geleng geleng kepala setelah kawasan yang dulu dijual dengan slogan bebas banjir kini justru terendam air berulang kali.
banyak vidio Video yang menampilkan genangan setinggi betis hingga hampir masuk rumah hal tersebut memicu kemarahan publik terhadap para developer yang dinilai lepas tangan.

sebenarnya tahun lalu kita masyarakat warga perumahan villa kencana mengajak musyawarah dan saat itu dijanjikan akan di sampaikan ke atasannya ” kata Neni Ketua Rt 04 kepada media senin 26 januari 2026
ia menjelaskan musyawarah tahun lalu tak membuahkan hasil dengan alasan pergantian internal perusahaan sehingga hasil rapat bulan februari tahun lalu itu tidak sampai ketangan mereka dan mereka menjanjikan menyampaikan persoalan saat rapat bersama degan direksi” Alih alih ada pergantian internal perusahaan dan berjanji akan menyampaikan hal banjir saat rapat dengan dewan direksi pada kenyataannya pihak pengembang hanya janji palsu ” kata ketua Rt Neny
buktinya minggu 25 januari 2026 malam saat dilakukan pertemuan kembali pihak pengembang tidak sama sekali merespon apalagi membantu yang terdampak banjir malahan sibuk dengan membangun bangunan baru type Kalyana dengan slogan bebas Banjir seolah olah tidak pernah banjir kenyataannya perumahan ini kebanjiran

Neni menyoroti pola klasik pengembang yang, saat menjual unit, begitu percaya diri mempromosikan lingkungan aman dan drainase terbaik.dengan Slogan Perumahan Bebas Banjir
Namun begitu banjir datang, justru pemerintah daerah yang bekerja ekstra, sementara developer hilang dari radar.
“Bukankah salah satu promo saat penjualan adalah ‘bebas banjir’?” kata Neny Geram
hasil dari pertemuan minggu malam warga akan menyurati kembali pihak pengembang meminta agar normalisasi sungai cipondoh segera dilakukan , jika dalam 24 jam masih belum ada respon atau tindakan dari pengembang maka warga bersepakat untuk melakukan unjuk rasa ke pengembang
diketahui pula pihak pengembang belum menyerahkan Prasarana serta utilitas ke pemda sehingga masyarakat menuntut solusi permasalahan banjir ini ke pihak pengembang
(.Asep Jaya )





