Lebak | Radarnusanews.com — Manajemen Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) CilegongIlir memberikan respons cepat atas laporan masyarakat terkait dugaan ditemukannya potongan kuku manusia pada salah satu menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa di PAUD Berkah, Desa Cisampih, Kabupaten Lebak.
PIC SPPG CilegongIlir, Tata Wijaya, menegaskan bahwa pihaknya selama ini telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat bagi seluruh relawan sebelum memulai proses pengolahan hingga pendistribusian makanan.
“Setiap hari seluruh relawan MBG menjalani pemeriksaan kebersihan dan higienitas. Pemeriksaan meliputi kondisi kuku jari, larangan penggunaan aksesori tangan, hingga kewajiban menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap,” ujar Tata dalam keterangan resminya, Kamis (12/3/2026).

Menanggapi laporan tersebut, Tata menilai kemungkinan adanya kelalaian dari internal relatif kecil, mengingat pengawasan yang dilakukan secara rutin setiap hari sebelum relawan mulai bekerja. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan penelusuran mendalam untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
“Kami menilai kecil kemungkinan relawan kami melakukan kecerobohan, karena pemeriksaan dilakukan setiap hari tanpa terkecuali. Namun laporan ini tetap kami jadikan bahan evaluasi besar agar ke depan kami bisa lebih berhati-hati,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan tidak menutup kemungkinan adanya faktor eksternal atau indikasi sabotase yang saat ini masih dalam proses pendalaman oleh tim manajemen.
SPPG CilegongIlir menegaskan bahwa kejadian ini tidak akan mengurangi komitmen mereka dalam menjalankan program pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi anak-anak berjalan dengan baik dan berkualitas.
Tata turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat serta rekan media yang telah berperan aktif dalam memberikan informasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Terima kasih kepada masyarakat dan media yang telah melaporkan kejadian ini. Masukan seperti ini sangat penting bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan serta menjaga kepercayaan publik demi kesehatan dan masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.( Red )





