25.5 C
New York
Jumat, September 11, 2026

Buy now

spot_img

Sentilan Nalar Bangsa Institute : Kritik Tanpa Konteks Berisiko Melemahkan Kepercayaan Publik

Jakarta | Radarnusanews.com –

Pernyataan Jusuf Kalla yang menyarankan pemerintah mengevaluasi sejumlah kebijakan karena dianggap membebani APBN perlu ditempatkan dalam perspektif yang lebih utuh. Kata Direktur Nalar Bangsa Institute, Bin Bin Firman Tresnadi dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan Selasa, (10/3/2026).

Menurut Bin Bin Firman Tresnadi Kritik terhadap kebijakan publik tentu sah, dan bahkan diperlukan dalam demokrasi. Namun kritik yang tidak disertai pemahaman atas arah strategis pembangunan justru berisiko menimbulkan kesan keliru di tengah publik.

“Sejumlah program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto—mulai dari Program makan bergizi gratis, Penguatan koperasi desa, hingga berbagai kebijakan yang mendorong kemandirian ekonomi nasional—dipersepsikan sebagai beban fiskal yang berpotensi memperbesar defisit APBN. Cara pandang semacam ini terlalu menyederhanakan fungsi APBN hanya sebagai neraca pengeluaran negara,” Papar Bin Bin Firman Tresnadi.

“Dalam ekonomi pembangunan modern, Belanja negara bukan semata-mata beban, melainkan instrumen investasi sosial dan ekonomi. Program Makan Bergizi Gratis, misalnya, Tidak dapat dilihat hanya dari sisi pengeluaran tahunan.

Program ini adalah investasi pada kualitas Sumber Daya Manusia, upaya sistematis menekan stunting, serta langkah strategis membangun generasi produktif yang akan menentukan daya saing Indonesia di masa depan,” terangnya.

Demikian pula penguatan Koperasi Desa dan Ekonomi rakyat. Dalam kerangka pembangunan nasional, Desa bukan sekadar wilayah administratif, melainkan Basis produksi dan Distribusi ekonomi. Ketika desa diperkuat melalui koperasi dan sistem ekonomi lokal, yang sedang dibangun sesungguhnya adalah fondasi ketahanan ekonomi nasional.

“Di sinilah kritik yang terlalu cepat menyimpulkan, Bahwa program-program tersebut sebagai beban fiskal menjadi tidak tepat. APBN memang harus dikelola secara disiplin, tetapi disiplin fiskal tidak boleh dimaknai sebagai pengetatan yang menghambat investasi sosial jangka panjang,” ujar Bin Bin Firman Tresnadi.

Presiden Prabowo Subianto sendiri berulang kali menegaskan bahwa kekuatan sebuah negara tidak hanya diukur dari stabilitas anggarannya, Tetapi juga dari kemampuannya melindungi rakyat dan membangun masa depan generasi berikutnya. Dalam berbagai kesempatan, ia menyampaikan Bahwa negara harus hadir secara nyata dalam menjamin kesejahteraan rakyat dan memperkuat fondasi ekonomi nasional.

“Karena itu, Kebijakan fiskal yang ekspansif pada sektor-sektor strategis tidak otomatis identik dengan pemborosan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana belanja negara diarahkan untuk menghasilkan dampak struktural: memperkuat produksi domestik, meningkatkan kualitas manusia Indonesia, dan mengurangi ketergantungan ekonomi pada faktor eksternal,” ungkapnya.

“Kita juga tidak boleh menutup mata bahwa tekanan terhadap APBN tidak semata-mata berasal dari kebijakan domestik. Gejolak harga energi global, konflik geopolitik, serta dinamika ekonomi dunia merupakan faktor eksternal yang selalu memengaruhi stabilitas fiskal negara mana pun,” terang Bin Bin Firman Tresnadi.

“Di tengah situasi global yang tidak pasti, yang dibutuhkan justru adalah konsolidasi nasional untuk mendukung agenda pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah. Kritik tetap penting, tetapi kritik yang konstruktif seharusnya memberikan perspektif solusi dan tidak menimbulkan persepsi seolah-olah negara sedang berjalan menuju krisis,” tambahnya.

Sebagai bangsa, Kita membutuhkan perdebatan kebijakan yang sehat. Namun perdebatan itu seharusnya memperkuat arah pembangunan, Bukan menciptakan kegaduhan yang dapat melemahkan kepercayaan publik terhadap upaya pemerintah membangun kemandirian ekonomi nasional.

“Pembangunan adalah Proses panjang yang membutuhkan Kesabaran, Konsistensi, dan dukungan bersama. Yang diperlukan saat ini bukanlah sikap memancing di air keruh, melainkan kontribusi pemikiran yang jernih demi kepentingan bangsa yang lebih besar,” tegas Bin Bin Firman Tresnadi.

“Kritik tentu sah, Tetapi kritik yang dibangun di atas framing krisis tanpa konteks pembangunan justru berpotensi melemahkan kepercayaan publik terhadap agenda transformasi ekonomi nasional,” ujar Bin Bin Firman Tresnadi.

“Jika benar ingin membantu negara, Kritik seharusnya diberikan dalam kerangka solusi strategis—bukan sekadar komentar yang memberi amunisi bagi mereka yang sejak awal tidak pernah menginginkan pemerintahan ini berhasil,” tegas Bin Bin Firman Tresnadi.

“Karena pada akhirnya, Bangsa ini membutuhkan kerja bersama, Bukan elite yang memancing di air keruh dan membokong dari belakang,” Pungkas Bin Bin Firman Tresnadi.

Reporter : Edo

Baca Juga  Bongkar Alur Rp719 Juta SDN Muruy 1! P2SP, Material Mandor Dan Pembayaran Dipertanyakan—Siapa Sebenarnya Pegang Kendali?

spot_img

BERITA LAINNYA

TRENDING

Ketua Umum SPASI Jelani Cristo Hadiri Pelantikan DPC PERADI RBA Jakarta Pusat Periode 2026–2030: Perkuat Persatuan dan Integritas Profesi Hukum

JAKARTA, Radarnusanews.com  – Suasana penuh semangat dan kekhidmatan menyelimuti Hotel Grand Cemara, kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (11/9/2026). Bertempat di lokasi tersebut, berlangsung...

Dilantik Jadi Ketua DPC Peradi RBA  Jakarta Pusat, Andar T Manik Tegaskan Lima Komitmen Utama

JAKARTA, Radarnusanews.com — Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia  RBA. Jakarta Pusat (DPC Peradi Jakpus) periode 2026–2030 Resmi dilantik pada Jumat (11/9). Di...

Diduga Belum Selesaikan Kewajiban Pembayaran, Anggota Kepolisian di Bandung Dikeluhkan Rekanan

BANDUNG, Radarnusanews.com – Seorang pria yang disebut sebagai anggota kepolisian yang bertugas di wilayah Bandung dikeluhkan oleh salah satu rekanannya terkait dugaan kewajiban pembayaran...

BCW Desak KPK Usut Hilangnya Segel di Ruang Dirjen Bea Cukai

JAKARTA, Radarnusanews.com - Bea Cukai Watch (BCW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi mengusut pihak yang mencopot segel KPK di akses ruang kerja Direktur Jenderal Bea...

Tragis…!!! Siswi Pelajar Terlindas Truk Meninggal Di TKP Jalur Pantura Jatisari Karawang.

KARAWANG, Radarnusanews.com -  Jatisari seorang siswi pelajar SMK negeri 1 Jatisari tertabrak truk hendak pulang sekolah korban bernama FENI DWI LESTARI yang ber alamat...

Dari 144 Desa, 30 Desa Lurah Dilantik Bupati 26 November 2018 Habis Jabatannya 26 November 2026 Calon Ditetapkan 08-09-2026 Pilihanya 26-09-2026

DIY GUNUNGKIDUL, Radarnusanews.com  - Pada hari Selasa Pon 08 September 2026 panitia pemilihan lurah menetapkan calon dan pengundian gambar serta nomor urut calon lurah...
spot_img

NASIONAL

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Ikuti Kami" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULER

PROFILE

Ketua Umum SPASI Jelani Cristo Hadiri Pelantikan DPC PERADI RBA Jakarta Pusat Periode 2026–2030: Perkuat Persatuan dan Integritas Profesi Hukum

JAKARTA, Radarnusanews.com  – Suasana penuh semangat dan kekhidmatan menyelimuti Hotel Grand Cemara, kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (11/9/2026). Bertempat di lokasi tersebut, berlangsung...

Dilantik Jadi Ketua DPC Peradi RBA  Jakarta Pusat, Andar T Manik Tegaskan Lima Komitmen Utama

JAKARTA, Radarnusanews.com — Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia  RBA. Jakarta Pusat (DPC Peradi Jakpus) periode 2026–2030 Resmi dilantik pada Jumat (11/9). Di...

Diduga Belum Selesaikan Kewajiban Pembayaran, Anggota Kepolisian di Bandung Dikeluhkan Rekanan

BANDUNG, Radarnusanews.com – Seorang pria yang disebut sebagai anggota kepolisian yang bertugas di wilayah Bandung dikeluhkan oleh salah satu rekanannya terkait dugaan kewajiban pembayaran...

BCW Desak KPK Usut Hilangnya Segel di Ruang Dirjen Bea Cukai

JAKARTA, Radarnusanews.com - Bea Cukai Watch (BCW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi mengusut pihak yang mencopot segel KPK di akses ruang kerja Direktur Jenderal Bea...

PEMERINTAHAN

HUKUM

KRIMINAL

POLRI

Ketua Umum SPASI Jelani Cristo Hadiri Pelantikan DPC PERADI RBA Jakarta Pusat Periode 2026–2030: Perkuat Persatuan dan Integritas Profesi Hukum

JAKARTA, Radarnusanews.com  – Suasana penuh semangat dan kekhidmatan menyelimuti Hotel Grand Cemara, kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (11/9/2026). Bertempat di lokasi tersebut, berlangsung...

Dilantik Jadi Ketua DPC Peradi RBA  Jakarta Pusat, Andar T Manik Tegaskan Lima Komitmen Utama

JAKARTA, Radarnusanews.com — Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia  RBA. Jakarta Pusat (DPC Peradi Jakpus) periode 2026–2030 Resmi dilantik pada Jumat (11/9). Di...

Diduga Belum Selesaikan Kewajiban Pembayaran, Anggota Kepolisian di Bandung Dikeluhkan Rekanan

BANDUNG, Radarnusanews.com – Seorang pria yang disebut sebagai anggota kepolisian yang bertugas di wilayah Bandung dikeluhkan oleh salah satu rekanannya terkait dugaan kewajiban pembayaran...

BCW Desak KPK Usut Hilangnya Segel di Ruang Dirjen Bea Cukai

JAKARTA, Radarnusanews.com - Bea Cukai Watch (BCW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi mengusut pihak yang mencopot segel KPK di akses ruang kerja Direktur Jenderal Bea...

INDEKS

- Advertisement -spot_img