BANDUNG BARAT, RadarNusaNews.Com — Ratusan generasi muda dan komunitas pencinta alam mengikuti Lomba Lintas Alam Jabar 2026 di kawasan Lembah Puspa, Pegunungan Tangkuban Parahu, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (30/8/2026).
Mengusung tema “Selamatkan Lingkungan Hidup dengan Gerakan Tobat Ekologis”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga dan silaturahmi komunitas pencinta alam se-Jawa Barat, tetapi juga menjadi sarana kampanye untuk meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan.
Lomba tersebut memperebutkan sejumlah penghargaan, yakni Piala Bergilir Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Piala Bergilir Gubernur Jawa Barat, Piala Tetap MQ Iswara Dir. Eksekutif Pelija, serta Piala Bergilir Ketua Umum DPP Masyarakat Penjaga Alam Indonesia (MPAI).

Para peserta menempuh rute sepanjang 5,5 kilometer yang melewati kawasan hutan dan lahan kritis. Sebagai bagian dari penerapan gaya hidup minim sampah, setiap peserta diwajibkan membawa botol minum isi ulang serta kantong sampah pribadi dan membawanya hingga garis finis.
Aktivis Sosial Senior Jawa Barat, Henda Surwenda Atmadja, mengatakan Gerakan Tobat Ekologis membawa pesan moral dan spiritual agar manusia kembali menyadari tanggung jawabnya dalam menjaga alam.
“Kami ingin mengembalikan hubungan manusia dengan alam. Lintas alam ini adalah simbol perjuangan. Tobat ekologis artinya kita berhenti merusak, mulai menanam, membersihkan, dan merawat.”
Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Lintas Alam Jabar 2026, Martika Edison, menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan untuk mengejar kecepatan.
“Kami ingin setiap langkah peserta menjadi doa dan tindakan nyata untuk alam. Tahun ini kami mengangkat tema Gerakan Tobat Ekologis, yakni tobat dari kebiasaan merusak dan kembali ke cara hidup yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Menurut Edison, Gerakan Tobat Ekologis mengajak masyarakat melakukan langkah sederhana namun nyata, seperti mengurangi penggunaan plastik, menghemat air, menanam pohon, serta menjaga kawasan daerah tangkapan air.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Deni Jasmara bersama sejumlah komponen masyarakat pencinta dan penjaga alam Jawa Barat turut menyampaikan deklarasi dukungan terhadap program Pertobatan Ekologis Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Deklarasi tersebut mendapat dukungan dari sejumlah tokoh dan pegiat lingkungan, di antaranya Deni Jasmara, Tajudin, Henda Surwenda Atmadja, Ketua Umum DPP MPAI Ngadi Utomo, Yopi Ahmad, Adit Barli, Martika Edison, Rahmat Suprihat, Muhammad Indrawan, Dadang Ekek, Kandar, Karimanto, Asep Mulyana, Samsudin Gobin, Asep Koswara, Bunda Triya, Ucu Ampera, dan Dadang Suparman.
Melalui kegiatan ini, semangat menjaga alam diharapkan tidak berhenti di garis finis, tetapi menjadi gerakan bersama yang terus tumbuh di tengah masyarakat dan generasi muda Jawa Barat.
( Puput )





