5.8 C
New York
Kamis, Maret 5, 2026

Buy now

spot_img

Luka Impunitas di Bekasi: Kasus Diori Parulian Ambarita dan Lambannya Penegakan Hukum terhadap Jurnalis

BEKASi | RadarNusaNews.Com — Peringatan International Day to End Impunity for Crimes against Journalists tahun ini kembali membuka luka lama dunia pers Indonesia. Di Kabupaten Bekasi, nama Diori Parulian Ambarita, atau akrab disapa Ambar, menjadi simbol nyata rentannya profesi jurnalis dan lemahnya komitmen penegakan hukum terhadap kekerasan yang menimpa pewarta.

Ambar jurnalis investigasi sekaligus Dewan Pengawas DUA Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia menjadi korban dua tindak kriminal pada tahun 2025. Kasus pertama terjadi pada Januari 2025 di wilayah hukum Polsek Babelan, ketika Ambar tengah menelusuri dugaan penyimpangan suatu hal di lapangan. Ia diserang oleh orang tak dikenal yang diduga memiliki keterkaitan dengan pihak yang tengah ia investigasi dan konfirmasi.

Belum pulih dari insiden itu, kekerasan kedua kembali menimpa Ambar pada September 2025 di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Saat melakukan liputan lanjutan terkait distribusi produk tidak layak konsumsi (expired), ia mengalami pengeroyokan, intimidasi, dan perampasan alat liputan disertai ancaman serius.

Meski kedua kasus telah dilaporkan ke kepolisian, hingga kini belum ada pelaku yang ditangkap. Proses hukum berjalan lamban, bahkan nyaris terhenti tanpa kejelasan arah.
Situasi ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan jurnalis dan publik yang peduli terhadap kebebasan pers dan akuntabilitas hukum.

- Advertisement -
Iklan Tengah
Baca Juga  Wakil Kepala Badan Gizi Nasional dan Wakil Bupati Purwakarta Dorong Pemberdayaan Petani Lokal di Bojong

“Kasus ini sudah jelas dan bukti telah diserahkan, tetapi penanganannya jalan di tempat. Kami menuntut keseriusan aparat untuk menuntaskan kasus ini secara transparan,” tegas salah satu pengurus FWJ Indonesia Kota Bekasi dalam pernyataannya pada, Sabtu (02/11/2025).

*Serangan terhadap Pers, Serangan terhadap Publik*

Kekerasan terhadap jurnalis bukan sekadar pelanggaran terhadap individu, melainkan serangan langsung terhadap hak publik atas informasi yang benar.

Dukungan terhadap Ambar datang dari berbagai organisasi pers dan lembaga masyarakat sipil seperti AWIBB (Aliansi Wartawan Indonesia Bangkit Bersama), FPII (Forum Pers Independen Indonesia), PWRI (Persatuan Wartawan Republik Indonesia), serta sejumlah LSM dan LBH.

“Kami berdiri bersama Diori Parulian Ambarita. Ini bukan sekadar soal satu jurnalis, tapi tentang keselamatan dan kebebasan seluruh pewarta,” tegas perwakilan FPII dalam forum solidaritas bersama FWJ Indonesia.

Mereka menuntut agar penyelidikan tidak berhenti di meja laporan, tetapi benar-benar berlanjut hingga pelaku diadili.
Solidaritas lintas organisasi ini menegaskan bahwa impunitas bukan isu personal  melainkan masalah sistemik dalam penegakan hukum dan perlindungan profesi pers di Indonesia.

*Lemahnya Perlindungan Hukum, Ancaman bagi Demokrasi*

Kasus Ambar hanyalah satu dari banyak catatan kelam impunitas terhadap kekerasan jurnalis di Tanah Air.
Data lembaga pemantau kebebasan pers menunjukkan, puluhan kasus kekerasan terhadap wartawan dalam setahun terakhir belum terselesaikan. Sebagian besar berhenti di “jalan sunyi keadilan” laporan tanpa tindak lanjut, bukti diabaikan, pelaku bebas berkeliaran.

Padahal, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers secara tegas menjamin kemerdekaan pers dan perlindungan bagi jurnalis dalam menjalankan tugasnya.
Namun dalam praktik, jurnalis kerap menjadi sasaran kekerasan ketika mengungkap kasus korupsi, kejahatan lingkungan, atau penyimpangan publik.

Kasus di Bekasi menambah daftar panjang di mana keberanian menyuarakan kebenaran dibalas dengan intimidasi, ancaman dan tindak pidana kekerasan.


*FWJI: Keadilan untuk Ambar, Keadilan untuk Pers*

Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.
Dalam pernyataannya, ROMMO ketua FWJ Indonesia Koord.Wilayah Bekasi Kota menyerukan agar aparat penegak hukum bersikap profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

“Jika aparat tidak mampu melindungi jurnalis, bagaimana publik bisa percaya pada keadilan?” ujar Ambar dalam refleksi memperingati Hari Internasional Mengakhiri Impunitas terhadap Kejahatan terhadap Jurnalis,” ujarnya.

FWJI juga berencana menggelar aksi solidaritas dan diskusi publik bertajuk “Mengakhiri Impunitas, Menegakkan Keadilan untuk Jurnalis” dengan melibatkan organisasi pers, lembaga hukum, dan publik.
Tujuannya: membangun kesadaran bahwa keselamatan jurnalis adalah bagian dari hak asasi manusia dan fondasi demokrasi.

*Peringatan dan Pengingat :*

Tanggal 2 November setiap tahunnya diperingati dunia sebagai International Day to End Impunity for Crimes against Journalists.
Namun bagi komunitas pers di Bekasi, hari ini bukan sekadar simbol melainkan pengingat pahit bahwa keadilan bagi Diori Parulian Ambarita dan banyak jurnalis lain masih tertunda.

“Setiap kekerasan terhadap jurnalis yang dibiarkan tanpa sanksi adalah pelanggaran terhadap demokrasi,” ujar salah satu aktivis media dalam diskusi FWJI. Kita tidak boleh membiarkan impunitas menjadi budaya,” tegas ROMMO.

Kasus Ambar adalah ujian bagi semua: aparat, masyarakat, dan negara. Selama keadilan belum ditegakkan, perjuangan itu tidak akan berhenti.(*/dok-ist./hms-fwj.i/Bks/@cp-red)

Baca Juga  Terkait LHKPN KASATRESKRIM POLRES KOTABARU. Diduga  Mengandung  Kepalsuan, M Hafidz Halim, S.H : Data Terdapat Ketidaksesuaian Jabatan dan Nilai Harta

spot_img

BERITA LAINNYA

TRENDING

Warga Kecewa, Surat Edaran Pemadaman Listrik PLN Dinilai Tak Sesuai Kenyataan

Purwakarta | Radarnusanews.com  –  Sejumlah warga mengaku kecewa terhadap surat edaran yang dikeluarkan oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Purwakarta Kota...

SMK Muhamadiyah 2 Gelar Smart Tren Ekologi, Tanamkan Cinta Lingkungan dan Aksi Tanam Pohon

karawang | Radarnusanews.com  -   SMK Muhamadiyah Dua  (SMK Muda ) menggelar kegiatan pendidikan pesantren .Program ini sejalan dengan arahan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa...

Polres Sumedang Resmikan Rutilahu di Tanjungkerta, Wujud Kepedulian Polri Bersama Baznas

Sumedang | Radarnusanews.com  –  Dalam rangka mendukung program sosial dan kemanusiaan di bulan suci Ramadan, Polres Sumedang melaksanakan peresmian pembangunan Rumah Tidak Layak Huni...

Diduga Menu MBG Tak Sesuai Standar, Publik Pertanyakan Transparansi Dapur Pelaksana di Desa Gunungbatu

PANDEGLANG | Radarnusanews.com  --  Desa Gunungbatu, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten – Sebuah video berdurasi sekitar 30 detik yang beredar luas di sejumlah...

Dida Hidayat, Koordinator BPP Bojong Sosialisasikan Teknik Ubinan Padi untuk Tingkatkan Akurasi Produktivitas

Purwakarta | Radarnusanews.com  –  Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bojong, Dida Hidayat, terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui sosialisasi teknik ubinan padi kepada para...

PLN UP Babelan Putus Aliran Listrik, Penyewa Rumah Angkat Bicara

Bekasi | RadarNusaNews.Com  –  Petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PLN Unit Pelayanan (UP) Babelan melakukan tindakan pemutusan aliran listrik terhadap salah satu konsumen...
spot_img

NASIONAL

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Ikuti Kami" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULER

PROFILE

Warga Kecewa, Surat Edaran Pemadaman Listrik PLN Dinilai Tak Sesuai Kenyataan

Purwakarta | Radarnusanews.com  –  Sejumlah warga mengaku kecewa terhadap surat edaran yang dikeluarkan oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Purwakarta Kota...

SMK Muhamadiyah 2 Gelar Smart Tren Ekologi, Tanamkan Cinta Lingkungan dan Aksi Tanam Pohon

karawang | Radarnusanews.com  -   SMK Muhamadiyah Dua  (SMK Muda ) menggelar kegiatan pendidikan pesantren .Program ini sejalan dengan arahan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa...

Polres Sumedang Resmikan Rutilahu di Tanjungkerta, Wujud Kepedulian Polri Bersama Baznas

Sumedang | Radarnusanews.com  –  Dalam rangka mendukung program sosial dan kemanusiaan di bulan suci Ramadan, Polres Sumedang melaksanakan peresmian pembangunan Rumah Tidak Layak Huni...

Diduga Menu MBG Tak Sesuai Standar, Publik Pertanyakan Transparansi Dapur Pelaksana di Desa Gunungbatu

PANDEGLANG | Radarnusanews.com  --  Desa Gunungbatu, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten – Sebuah video berdurasi sekitar 30 detik yang beredar luas di sejumlah...

PEMERINTAHAN

HUKUM

KRIMINAL

POLRI

Warga Kecewa, Surat Edaran Pemadaman Listrik PLN Dinilai Tak Sesuai Kenyataan

Purwakarta | Radarnusanews.com  –  Sejumlah warga mengaku kecewa terhadap surat edaran yang dikeluarkan oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Purwakarta Kota...

SMK Muhamadiyah 2 Gelar Smart Tren Ekologi, Tanamkan Cinta Lingkungan dan Aksi Tanam Pohon

karawang | Radarnusanews.com  -   SMK Muhamadiyah Dua  (SMK Muda ) menggelar kegiatan pendidikan pesantren .Program ini sejalan dengan arahan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa...

Polres Sumedang Resmikan Rutilahu di Tanjungkerta, Wujud Kepedulian Polri Bersama Baznas

Sumedang | Radarnusanews.com  –  Dalam rangka mendukung program sosial dan kemanusiaan di bulan suci Ramadan, Polres Sumedang melaksanakan peresmian pembangunan Rumah Tidak Layak Huni...

Diduga Menu MBG Tak Sesuai Standar, Publik Pertanyakan Transparansi Dapur Pelaksana di Desa Gunungbatu

PANDEGLANG | Radarnusanews.com  --  Desa Gunungbatu, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten – Sebuah video berdurasi sekitar 30 detik yang beredar luas di sejumlah...

INDEKS

- Advertisement -spot_img