RadarNusaNews.Com, PURWAKARTA – Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, terus menorehkan prestasi di sektor pertanian melalui pengembangan padi biofortifikasi varietas Inpari IR Nutrizinc. Inovasi pertanian ini menjadi langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus berkontribusi terhadap upaya percepatan penurunan angka stunting melalui penyediaan beras yang kaya kandungan zinc.
Program tersebut mendapat pendampingan intensif dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kiarapedes bersama Brigade Pangan Tri Marta Jaya, sehingga mampu menghasilkan beras biofortifikasi yang memiliki nilai gizi lebih tinggi dibandingkan beras biasa.
Koordinator Penyuluh (Korluh) BPP Kecamatan Kiarapedes, Nana, mengatakan bahwa pengembangan padi biofortifikasi merupakan salah satu inovasi pertanian yang mampu memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperbaiki kualitas gizi masyarakat.
> “Program ini bukan hanya bertujuan meningkatkan hasil produksi petani, tetapi juga menghadirkan pangan yang lebih bergizi bagi masyarakat. Melalui padi Inpari IR Nutrizinc, kami berharap dapat mendukung program pemerintah dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Nana.
Keunggulan beras Inpari IR Nutrizinc asal Purwakarta dibuktikan melalui hasil pengujian laboratorium menggunakan metode Atomic Absorption Spectrometry (AAS) yang menunjukkan kandungan zinc mencapai 43,21 PPM, menjadikannya salah satu yang tertinggi dibandingkan daerah lain yang mengembangkan varietas serupa.
Sejak mulai dikembangkan pada tahun 2023, program ini terus menunjukkan perkembangan positif berkat sinergi antara penyuluh pertanian, Brigade Pangan Tri Marta Jaya, kelompok tani, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan.
Hingga saat ini, belasan ton beras biofortifikasi hasil panen petani Kiarapedes telah didistribusikan ke berbagai daerah dan lembaga, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, masyarakat Purwakarta, Kementerian PPN/Bappenas, BSIP Sukamandi, Universitas Siliwangi Tasikmalaya, masyarakat DKI Jakarta, hingga Medan.
Program ini juga memberikan dampak positif bagi para petani. Tercatat lebih dari 500 petani di Kecamatan Kiarapedes telah merasakan manfaat secara langsung melalui peningkatan nilai tambah hasil panen dan terbukanya peluang pasar beras biofortifikasi.
Nana berharap pengembangan padi biofortifikasi terus diperluas sehingga Kecamatan Kiarapedes dapat menjadi sentra produksi beras bergizi yang mampu mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
> “Kami akan terus mendampingi para petani agar budidaya padi biofortifikasi semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pangan bergizi adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa,” tutup Nana.( Red )
Kiarapedes Jadi Pelopor Padi Biofortifikasi di Purwakarta, Korluh Nana: Investasi Pangan Bergizi untuk Generasi Bebas Stunting
[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Ikuti Kami" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]





