PURWAKARTA | RadarNusaNews.Com – Kepala SMKN 1 Plered, Wahyu, membantah berbagai tudingan terkait adanya pungutan yang disebut-sebut terjadi di lingkungan sekolah yang dipimpinnya. Menurutnya, informasi yang beredar tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.
Wahyu menjelaskan bahwa seluruh program yang melibatkan partisipasi orang tua siswa telah melalui mekanisme musyawarah dan sosialisasi bersama komite sekolah serta perwakilan wali murid. Ia menegaskan tidak ada unsur paksaan maupun kewajiban yang mengikat bagi orang tua siswa.
“Tidak benar jika disebut sebagai pungutan wajib. Semua yang dilakukan sekolah berdasarkan hasil kesepakatan bersama dan bertujuan untuk mendukung kegiatan pendidikan siswa,” ujar Wahyu.
Terkait biaya daftar ulang, kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL), maupun pengadaan seragam sekolah, Wahyu menyatakan bahwa pihak sekolah selalu mengedepankan prinsip keterbukaan dan memberikan ruang kepada orang tua yang mengalami kendala ekonomi.
Menurutnya, pengadaan seragam dilakukan melalui koperasi sekolah untuk memudahkan orang tua memperoleh seragam dengan standar yang sama, sementara program PKL merupakan bagian dari kurikulum pendidikan kejuruan yang memerlukan dukungan operasional tertentu.
Mengenai isu pengembalian sejumlah dana kepada orang tua siswa, Wahyu menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bentuk penyesuaian administrasi dan bukan pengakuan adanya pelanggaran sebagaimana yang dituduhkan.
“Kami selalu mengikuti aturan yang berlaku dan siap memberikan penjelasan kepada pihak terkait apabila diperlukan,” tegasnya.
Pihak sekolah berharap masyarakat dapat menerima informasi secara utuh dan berimbang serta tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi dari instansi yang berwenang.
Hingga saat ini, kegiatan belajar mengajar di SMKN 1 Plered tetap berjalan normal dan kondusif sebagaimana mestinya.( Red )
Kepala SMKN 1 Plered Bantah Dugaan Pungutan, Tegaskan Semua Program Berdasarkan Kesepakatan Orang Tua
[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Ikuti Kami" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]





