Purwakarta | Radarnusanews.com – Proyek pemeliharaan jalan di ruas Cikeris–Pesantren menuai sorotan. Wakil Ketua BPPKB, Musa Mulyana, angkat bicara dan menyampaikan keberatan terhadap metode pengerjaan yang dinilai tidak sesuai standar teknis.
Menurut Musa, dalam pekerjaan perbaikan jalan yang baik dan benar, seharusnya diawali dengan penggunaan batu berukuran besar sebagai pondasi utama.
Hal ini penting untuk menahan beban kendaraan yang melintas, baik roda dua maupun roda empat.
“Setelah itu, harus dilakukan penguncian menggunakan batu ukuran 3–5 cm, lalu dipadatkan (stamper) sebelum dilakukan pelapisan hotmix. Kalau tahapan ini tidak dilakukan, kekuatan jalan tidak akan bertahan lama dan berpotensi kembali amblas,” ujarnya.
Ia menilai, pengerjaan di lokasi diduga dilakukan secara asal-asalan dan tidak mengikuti standar prosedur. Dampaknya, kualitas jalan dikhawatirkan cepat rusak meskipun baru diperbaiki.
Selain itu, Musa juga menyoroti sikap UPTD III Wanayasa yang dipimpin Asep Saepul Rohim. Saat hendak dikonfirmasi melalui WhatsApp, pihaknya mengaku tidak mendapat respons.
“Kami sudah mencoba konfirmasi, tapi tidak ada jawaban. Padahal ini menyangkut penggunaan anggaran daerah,” tambahnya.
BPPKB pun meminta Bupati Purwakarta, Om Zein, untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna meninjau langsung pekerjaan tersebut.
“Kami berharap bupati turun langsung agar penggunaan anggaran tidak terkesan boros dan pekerjaan tidak dilakukan asal-asalan. Jika perlu, usut tuntas dugaan pemeliharaan berkala yang tidak sesuai prosedur,” tegas Musa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak UPTD III Wanayasa belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.( Red )





