BANDUNG, RadarNusaNews.com — Ketua APAK Jawa Barat, Rd. Yadi Suryadi, menyoroti meningkatnya saldo kas dan dana APBD yang ditempatkan dalam deposito pemerintah daerah. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dijelaskan secara transparan kepada masyarakat.
Ia menegaskan, keberhasilan pengelolaan APBD tidak cukup diukur dari besarnya saldo kas atau banyaknya dana yang tersimpan, tetapi dari seberapa besar manfaat anggaran tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat.
“APBD adalah uang rakyat. Ukuran keberhasilan pengelolaan keuangan daerah bukan seberapa besar saldo kas atau deposito, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat Jawa Barat,” tegas Rd. Yadi Suryadi, Senin (1/9/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah harus memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, pengentasan kemiskinan, infrastruktur dasar, lingkungan yang sehat, serta pemerataan pelayanan publik.

Ia juga mengingatkan agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada proyek fisik. Setiap program dan anggaran harus memiliki manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan adalah sarana untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan tujuan akhir. Jika pelayanan dasar masih bermasalah, prioritas anggaran harus terus dievaluasi,” ujarnya.
Rd. Yadi mendorong Pemprov Jawa Barat membuka informasi secara transparan mengenai dana yang ditempatkan dalam kas maupun deposito, termasuk alasan penempatan, manfaat yang diperoleh, serta rencana pemanfaatannya.
“Publik berhak mengetahui berapa dana yang tersimpan dan kapan akan digunakan untuk kepentingan masyarakat. Jangan sampai uang rakyat mengendap sementara kebutuhan dasar masih menunggu,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat turut mengawasi pengelolaan APBD agar berjalan transparan, akuntabel, efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kepentingan publik.
“Setiap rupiah APBD harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pelayanan publik dan kesejahteraan yang nyata. Kesejahteraan rakyat harus menjadi ukuran utama keberhasilan pengelolaan APBD,” pungkasnya.
( Puput )





