SUBANG, RadarNusaNews.Com – Perbaikan ruas jalan propinsi yang menghubungkan jalur kecamatan patoek besi dan kecamatan Purwadadi kabupaten Subang Menjadi perhatian khusus dari warga dan pengguna jalan.
Kemacetan yang terjadi sepanjang 1.5km di lokasi pekerjaan membuat para pengguna jalan dan warga Desa Rancabango menjadi geram di duga akibat keteledoran pelaksana yang tidak mengantisipasi lajur lalu lintas sehingga mengakibatkan kemacetan panjang.
Tangkapan layar foto dan video yang di terima Redaksi media ini Jum’at(28 Agustus -2026)dari warga net di lokasi pekerjaan terlihat jelas volume kendaraan yang melintas tidak dapat berjalan lancar karena terjebak kemacetan persis di lokasi pekerjaan.

Salah satu pengguna jalan yang enggan nama nya di publikasikan saat di konfirmasi wartawan media ini memberikan tanggapan pedas.
“Cara kerja kontraktor nya ko seperti ini,tidak memperdulikan pengguna jalan,ucap nya.kasihan warga sekitar dan pengguna jalan yang melintasi pekerjaan ini harus merasakan kemacetan panjang”
Seandainya ada mobil ambulance yang bawa pasien darurat pasti tidak bisa lagi melewati jalur ini”tambah nya.
Cara kerja dari pelaksana seperti ini sudah tak bisa ditoleransi lagi mas” para kontraktor yang dapat keuntungan,tapi masyarakat merasakan getir nya dalam mengurai kemacetan yang seharusnya tidak terjadi kalau sebelumnya di persiapkan dengan baik”jelas nya.
Alih alih mendapatkan ucapan terima kasih, perbaikan jalan jalur propinsi yang masih berlangsung malah mendapat sumpah serapah dari masyarakat.
Keberadaan kendaraan notane truk yang mengangkut bahan material menjadi salah satu penyebab kemacetan di lokasi pekerjaan.
Koordinasi pelaksanaan dengan Dinas perhubungan dan kepolisian setempat harus nya sudah terjalin sebelum pekerjaan di mulai, Agar kerugian warga pengguna jalan dan yang ada di sekitar pekerjaan tidak mendapatkan imbas akibat kemacetan.
Kontraktor jangan hanya memikirkan keuntungan saja,tapi kerugian warga dan pengguna jalan seakan mereka tutup mata,kami meminta kepada bapak gubernur Jawa Barat” kontraktor pelaksana yang saat ini jangan di kasih pekerjaan lagi lah,,,,enak di dia saja,tapi warga yang menelan pahit nya di tengah jalan karena harus melewati kemacetan” tutup nya.
Sampai berita ini di turunkan Redaksi, belum ada pihak terkait yang memberikan tanggapan.Dinas pekerjaan umum propinsi Jawa Barat yang menjadi penanggung jawab pengawasan belum berhasil di hubungi oleh awak Media ini.
Red.





