Subang l RadarNusaNews.com – PT Dahana resmi melaksanakan kegiatan First Cut Project Stock Up Shale Services di Area Operasional Quarry Tanah Liat dan Quarry Batu Gamping PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Narogong, Senin, 8 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pekerjaan Project Stock-Up Shale PT Dahana untuk mendukung operasional PT Solusi Bangun Indonesia Tbk di Pabrik Narogong.
Acara dihadiri oleh Wakil Komisaris Utama PT Dahana Marsdya TNI Andyawan Martono Putra, S.I.P., M.Tr.(Han), Komisaris PT Dahana Brigjen TNI (Purn.) Rusdianto, S.Sos., M.Tr.(Han), Komisaris Independen PT Dahana Prof. Dr. Eng. Ganda Marihot Simangunsong, S.T., M.T., Direktur Utama PT Dahana Hary Irmawan, Direktur Operasi PT Dahana Abdul Haris Atbaro, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana Irwan Ibrahim, Direktur Operasi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk – SIG, Reni Wulandari, Direktur Operasi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Edi Sarwono, serta jajaran manajemen SIG dan Solusi Bangun Indonesia Pabrik Narogong.

Kegiatan diawali dengan laporan Direktur Operasi PT Dahana, Abdul Haris Atbaro. Dalam laporannya, Abdul Haris menyampaikan bahwa PT Dahana sebelumnya telah dipercaya sebagai mitra penyedia jasa peledakan (blasting services) di Solusi Bangun Indonesia Pabrik Narogong. Kepercayaan tersebut kini berkembang setelah PT Dahana berhasil memenangkan tender resmi sebagai penyedia layanan penambangan kegiatan Project Stock-Up Shale.
“Momentum First Cut yang kita laksanakan hari ini bukan sekadar dimulainya sebuah pekerjaan. Bagi kami, ini merupakan penanda berkembangnya kepercayaan kepada Dahana untuk mengambil peran yang lebih luas dalam mendukung operasional PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. Kami berkomitmen menjalankan pekerjaan ini dengan mengedepankan keselamatan kerja, produktivitas, dan keunggulan operasional,” ujar Abdul Haris.
Pada Project Stock-Up Shale ini, PT Dahana menargetkan pengelolaan pekerjaan dengan dukungan berbagai alat utama operasional, mulai dari excavator, wheel loader, hingga dump truck. Kehadiran Project Stock-Up Shale ini sekaligus menjadi langkah strategis Dahana dalam memperkuat kapabilitas perusahaan di bidang mining services yang terintegrasi.
Direktur Utama PT Dahana, Hary Irmawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh SIG, khususnya Solusi Bangun Indonesia Pabrik Narogong. Menurutnya, pencapaian First Cut Project Stock-Up Shale merupakan salah satu tonggak penting yang menunjukkan kemampuan dan kesiapan Dahana dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.
“Kepercayaan yang diberikan kepada Dahana merupakan amanah yang harus dijawab melalui kinerja terbaik. Kami berharap Project Stock-Up Shale ini dapat berjalan lancar, efektif, dan yang paling penting, mencapai target zero accident. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional yang kami jalankan,” kata Hary.
Hary juga menegaskan bahwa salah satu risiko terbesar dalam aktivitas pertambangan berasal dari penggunaan kendaraan dan alat berat. Oleh karena itu, seluruh personel yang terlibat diminta untuk selalu mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) guna memastikan pekerjaan berlangsung secara aman dan berkelanjutan.
Wakil Komisaris Utama PT Dahana, Marsdya TNI Andyawan Martono Putra, S.I.P., M.Tr.(Han), menyampaikan bahwa pelaksanaan First Cut Project Stock-Up Shale Services menjadi momentum penting dalam penguatan kapabilitas bisnis PT Dahana di sektor jasa pertambangan.
“Momentum First Cut ini menandai langkah penting dalam penguatan kapabilitas PT Dahana di bidang mining services. Kepercayaan yang diberikan oleh SIG dan Solusi Bangun Indonesia harus dijawab dengan kinerja terbaik, komitmen terhadap keselamatan, serta pelayanan yang unggul. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh pihak. Dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki, Dahana siap terus mendukung kebutuhan industri nasional melalui layanan pertambangan yang terintegrasi, aman, dan berdaya saing,” ujar Andyawan.
Menurutnya, keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari pencapaian target operasional, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak dalam menjaga standar keselamatan kerja, membangun kolaborasi yang kuat, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pelanggan dan pemangku kepentingan.
Komisaris Independen PT Dahana, Prof. Dr. Eng. Ganda Marihot Simangunsong yang memiliki pengalaman di bidang pertambangan serta peledakan, menilai proyek ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran Dahana sebagai penyedia layanan pertambangan yang terintegrasi.
“Kepercayaan yang diberikan oleh SBI untuk memperluas peran Dahana ke bidang mining services merupakan bukti bahwa kualitas pekerjaan yang selama ini dihasilkan telah memberikan nilai tambah bagi operasional pelanggan,” ujar Ganda.
Sementara itu, Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara SIG Group dan PT Dahana dapat terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak, khususnya dalam mendukung keberlanjutan pasokan bahan baku bagi operasional industri semen nasional.
Pelaksanaan First Cut Project Stock-Up Shale Services ini menjadi simbol dimulainya babak baru kerja sama antara PT Dahana dan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. Melalui proyek ini, Dahana tidak hanya memperluas perannya sebagai penyedia layanan peledakan, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai perusahaan penyedia layanan pertambangan yang terintegrasi, profesional, dan berorientasi pada keselamatan serta keunggulan operasional. ( Red )





