Purwakarta | Radarnusanews.com – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan sejumlah siswi di SMAN 1 Purwakarta diduga bersikap tidak sopan terhadap seorang guru perempuan.
Dalam video yang viral tersebut, para siswi terlihat mengelilingi guru, menunjukkan gestur tidak pantas seperti mengacungkan jari tengah hingga menjulurkan lidah. Aksi tersebut menuai kecaman dari masyarakat yang menilai perilaku tersebut mencerminkan krisis etika di lingkungan pendidikan.
Menanggapi kejadian itu, Dedi Mulyadi mengaku prihatin. Ia menegaskan bahwa sikap hormat kepada guru merupakan nilai dasar yang tidak boleh luntur di dunia pendidikan.
“Pendidikan bukan hanya soal akademik, tapi juga membentuk karakter dan etika,” ujarnya.
Pihak sekolah sendiri telah mengambil langkah awal dengan memanggil orang tua siswa yang terlibat. Sebagai bentuk sanksi, para siswi tersebut dijatuhi hukuman skorsing selama 19 hari dengan pembinaan di rumah. Diketahui, orang tua siswa turut menyampaikan penyesalan atas kejadian tersebut.
Namun demikian, Dedi Mulyadi memberikan pandangan berbeda terkait bentuk hukuman. Ia menyarankan agar sanksi tidak hanya bersifat menjauhkan siswa dari sekolah, tetapi juga memberikan efek pembelajaran yang nyata.
Menurutnya, hukuman seperti membersihkan lingkungan sekolah, menyapu halaman setiap hari, hingga membersihkan toilet justru lebih efektif dalam menanamkan nilai tanggung jawab dan kedisiplinan.
“Lebih baik dibina dengan kegiatan yang membentuk karakter, bukan hanya dihukum tanpa makna,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak, baik sekolah, orang tua, maupun masyarakat, bahwa pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan pendidikan akademik.
Kasus ini pun menjadi bahan evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak terulang kembali di dunia pendidikan.( Red )
Viral! Siswi SMAN 1 Purwakarta Bersikap Tak Sopan ke Guru, Dedi Mulyadi Usulkan Hukuman Mendidik
[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Ikuti Kami" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]





