PURWAKARTA | radarnusanews.com – Di tengah sorotan publik terkait tiga kali inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Kodam III/Siliwangi ke lokasi galian batu templek di Desa Margaluyu, muncul perbedaan keterangan dari pemerintah desa setempat.
Jika sebelumnya sidak tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas galian C yang tidak berizin dan rawan kecelakaan kerja, Kepala Desa Margaluyu, H. Ence Rosodin, justru menyampaikan bahwa kehadiran pihak Kodam lebih kepada kegiatan sosialisasi.
Menurutnya, aparat TNI datang untuk mengingatkan para pengusaha batu belah agar menjaga keamanan dan ketertiban, serta mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti insiden di wilayah Sukatani.
“Dari Kodam itu sifatnya sosialisasi, mengingatkan supaya tetap menjaga keamanan dan ketertiban, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti di Sukatani,” ujar Kades.

Namun, pernyataan tersebut dinilai berbeda dengan fakta di lapangan yang berkembang di masyarakat. Intensitas sidak yang dilakukan hingga tiga kali, ditambah adanya pengumpulan para pengusaha tambang, memunculkan dugaan bahwa persoalan yang terjadi tidak sesederhana sosialisasi biasa.
Sejumlah warga bahkan menyebut adanya insiden kecelakaan kerja yang memakan korban jiwa di lokasi tambang, sehingga menimbulkan kecurigaan bahwa ada persoalan serius yang sedang menjadi perhatian aparat.
Perbedaan narasi ini pun memicu tanda tanya di tengah publik: apakah sidak tersebut murni sosialisasi, atau bagian dari langkah awal penertiban terhadap aktivitas yang diduga bermasalah?
Masyarakat berharap ada penjelasan resmi yang lebih transparan dari pihak terkait, agar tidak menimbulkan spekulasi yang semakin liar.
Yang jelas, di tengah risiko keselamatan yang disebut-sebut sudah memakan korban, publik menilai persoalan ini tidak cukup hanya disikapi dengan sosialisasi semata, melainkan membutuhkan langkah nyata dan tegas.( Red )





