Jakarta | RadarNusaNews.Com —
Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Dapil Jawa Barat VII, Haji Jalal Abdul Nasir, menegaskan bahwa peringatan Hari Pers Nasional (HPN) setiap 9 Februari merupakan momentum reflektif bagi bangsa Indonesia untuk kembali meneguhkan peran strategis pers dalam kehidupan demokrasi.
Menurutnya, penetapan HPN merujuk pada kelahiran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946, sebuah tonggak sejarah penting yang menunjukkan bahwa pers sejak awal bukan sekadar alat penyebar informasi, melainkan bagian tak terpisahkan dari perjuangan kebangsaan.
“Pers lahir dari rahim sejarah bangsa. Ia tumbuh bersama semangat kemerdekaan dan menjadi salah satu fondasi dalam menjaga arah demokrasi Indonesia,” ujar Haji Jalal Abdul Nasir dalam refleksi HPN 2026.
Ia menilai, refleksi Hari Pers Nasional 2026 menjadi semakin relevan di tengah derasnya arus disrupsi teknologi digital dan media sosial yang mengubah lanskap komunikasi publik secara signifikan.
Di satu sisi membuka ruang partisipasi, namun di sisi lain menghadirkan tantangan serius berupa disinformasi, hoaks, dan degradasi etika informasi.
Secara normatif, lanjutnya, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers telah menegaskan fungsi pers sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, serta kontrol sosial.
Dalam kerangka ini, pers memiliki peran strategis sebagai penjaga kepentingan publik (public watchdog) agar kekuasaan tetap berjalan dalam koridor akuntabilitas dan transparansi.
“Pers yang sehat adalah pers yang berani, independen, dan berpihak pada kebenaran.
Tanpa pers yang kuat, demokrasi akan kehilangan penyeimbangnya,” tegasnya.
Mengutip pandangan McQuail (2010), Haji Jalal menyampaikan bahwa pers bukan hanya memproduksi pesan, tetapi juga membentuk makna dan realitas sosial melalui proses seleksi dan penafsiran informasi.
Oleh karena itu, tanggung jawab etik dan profesionalisme insan pers menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik.
Di akhir pernyataannya, Haji Jalal Abdul Nasir mengajak seluruh insan pers untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kualitas jurnalistik, serta menjadikan Hari Pers Nasional sebagai momentum memperkuat peran pers dalam membangun demokrasi yang sehat dan berkeadilan. ( Redaksi )





